SPAM Tangkel Resmi Jadi Aset Bangkalan, Disiapkan Dukung Industrialisasi
- Rusli Djunaidi
- 06 Sep, 2026
Serah terima hibah berlangsung di Kantor Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Pengalihan tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah perjanjian hibah serta berita acara serah terima operasional SPAM Tangkel.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan, keberadaan SPAM Tangkel bukan sekadar menambah aset pemerintah daerah. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki posisi penting untuk memperkuat pelayanan air bersih sekaligus mendukung perkembangan kawasan strategis di selatan Bangkalan.
“SPAM Tangkel akan kami optimalkan melalui PUDAM Sumber Sejahtera. Harapannya, kapasitas pelayanan air bersih di Bangkalan dapat semakin luas,” kata Lukman.
Menurut dia, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan kawasan. Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, infrastruktur air bersih diperlukan untuk menunjang permukiman, kegiatan ekonomi, dan investasi.
Hal itu semakin penting mengingat kawasan sekitar kaki Jembatan Suramadu sisi Madura diproyeksikan terus berkembang seiring dengan rencana masuknya investasi dan pengembangan industri di Bangkalan.
“Keberadaan SPAM ini tentu menjadi salah satu infrastruktur pendukung bagi pengembangan kawasan, termasuk aktivitas industri dan investasi yang akan masuk ke Bangkalan,” ujar Lukman.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap pengelolaan aset tersebut dapat segera dioptimalkan secara bertahap. Pemanfaatannya tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan cakupan pelayanan air bersih, tetapi juga menjadi bagian dari penataan dan pengembangan kawasan selatan Bangkalan agar lebih produktif, layak huni, dan memiliki daya tarik bagi investor.
SPAM Tangkel dibangun pada 2017 dengan nilai investasi sekitar Rp 71 miliar. Infrastruktur itu sejak awal diproyeksikan mendukung penyediaan air minum di kawasan KKJSM yang menjadi salah satu pintu masuk strategis menuju Bangkalan dari arah Surabaya.
Direktur Utama PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan Sjobirin Hasan mengatakan, setelah pengalihan aset tersebut, pemanfaatan SPAM Tangkel akan diarahkan untuk memperluas pelayanan air bersih, terutama di wilayah selatan Bangkalan.
Wilayah pelayanan direncanakan mencakup kawasan dari Kecamatan Kwanyar hingga Kecamatan Labang, termasuk permukiman di sekitar KKJSM.
“Cakupan layanan nantinya dapat diperluas, terutama dari Kwanyar sampai Labang, termasuk kawasan permukiman di sekitar KKJSM,” kata Sjobirin.
Ia mengatakan, kualitas air yang dihasilkan SPAM Tangkel dinilai baik. Untuk mendukung pengoperasian sistem tersebut, jaringan distribusi akan menggunakan jalur khusus dan tidak langsung disatukan dengan jaringan PUDAM yang selama ini telah beroperasi.
“Jaringannya akan menggunakan jalur khusus dan tidak digabung dengan jaringan existing PUDAM,” ujarnya.
Penggunaan jaringan tersendiri tersebut diharapkan membuat pengelolaan SPAM Tangkel dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai dengan wilayah pelayanan yang akan dikembangkan.
Bagi Bangkalan, pengalihan SPAM Tangkel juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menyiapkan infrastruktur dasar sebelum pengembangan kawasan dilakukan secara lebih luas. Ketersediaan air menjadi salah satu prasyarat penting agar pertumbuhan permukiman dan kawasan industri tidak hanya bertumpu pada akses transportasi.
Dalam acara serah terima hibah tersebut hadir Wakil Bupati Bangkalan Moh. Fauzan Ja’far, Direktur Utama PUDAM Sumber Sejahtera Sjobirin Hasan, Pelaksana Tugas Kepala Biro Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) Yuli Suryani, Kepala Bagian Keuangan Pengelolaan BMN dan Persediaan Bencana Elisa Asri, serta Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali Javid Hurriyanto.
Dengan resmi menjadi aset Pemerintah Kabupaten Bangkalan, SPAM Tangkel kini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pelayanan dasar, tetapi juga menjadi salah satu fondasi pengembangan kawasan selatan Bangkalan dan penopang agenda industrialisasi daerah.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

